Surat Buatmu II

Musik kini telah berganti, satu-satu daun meninggalkan peraduannya mengecup sang ibu pertiwi, dan disini aku masih menyimpan rindu dan kasih buatmu, setia seperti matahari yang tak pernah bosan memberi, memberi, dan terus memberi, atau seperti bulan yang tak pernah enggan untuk tersenyum membelai dengan sinarnya yang begitu lembut dan penuh harapan.

Kemanapun dan sejauh apapun kehidupan ini akan membawaku, ketahuilah bahwa relung-relung jiwa ini akan terus menyimpan rindu untukmu buatmu.

Surat ini BuaTmu

Maafkan aku karena menjadikanmu bagian dari sepenggal cerita yang tak semestinya ada… sepenggal kisah yang tertulis begitu saja tanpa logika fikiran menurut mata orang lain. Tapi bukankah kisah itu tertulis bukan karena kepala, melainkan karena hati yang menggerakkannya, begitu jujur dan polos. Aku tahu kalau semestinya ini tidak semestinya, tapi tiap petak hati ini tak mampu berbohong bahwa ada rindu yang tersimpan untukmu dipagi, malam, sore, siang, disetiap waktu, dan disetiap ruang-ruang dimensi jagad raya ini.

Ya mungkin begini saja baiknya, kehidupan akan selalu menemukan jalannya, begitupun dengan kisah ini.

Ingat, jadikan setiap kebersamaan kita menjadi moment yang tak terlupakan, hingga saat kita tak bersama kita masih tetap bersama dalam satuan-satuan moment tak terlupakan.

UnTukmu, BuaTmu

« Older entries
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.